MAKALAH KESEHATAN MASYARAKAT (Statistika Kesehatan)


MAKALAH
KESEHATAN MASYARAKAT
(Statistika Kesehatan)



Dosen Pembimbing :
H.Miftahul Munir.,SKM,M.Kes

Disusun oleh :

1. Ajeng Gita Amalia                 7. Fadlilah Ulfa Cahyani
2. Aniqotul Fitriyah                   8. Hidayatul Chusnah
3. Avin Malita Pamungkas        9. Ika Putri Nugraheni
4. Deni Andriana Ristiva           10. Intan Indah Ma’arif Atin
5. Dewi Jumiati                          11. Khusnul Khotimah
6. Dyah Ayu Rahmawati


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN
PRODI DIII KEBIDANAN
JL. DIPONEGORO NO.17 TUBAN
TAHUN AJARAN 2012-2013




KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan Makalah yang berjudul Statistika Kesehatan.
Dalam penulisan makalah ini, kami menemui banyak hambatan dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan mengenai hal yang berkenaan dengan penulisan makalah ini. Kami ucapkan terimakasih kepada :
1.      H.Miftahul Munir.,SKM,M.Kes selaku kepala STIKES NU TUBAN
2.      H.Miftahul Munir.,SKM,M.Kes selaku pembimbing mata kuliah KESMAS
3.      Seluruh mahasiswa dan pihak-pihak yang membatu dalam menyelesaikan makalah ini
Harapan kami, makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta menjadi referensi khususnya bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk memperbaiki karya tulis kami selanjutnya.
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.

Tuban, 15 Mei 2013


Penyusun
DAFTAR ISI

JUDUL...................................................................................................................i
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................iii
BAB I    PENDAHULUAN             
1.1        Latar Belakang................................................................................         
1.2        Rumusan Masalah...........................................................................
1.3        Tujuan.............................................................................................
1.4        Manfaat...........................................................................................

BAB II   PEMBAHASAN
2.1        Definisi Biostatistik........................................................................
2.2        Tujuan Statistik kesehatan..............................................................
2.3        Sasaran Statistika Kesehatan..........................................................
2.4        Ruang Lingkup Statistika Kesehatan.............................................
2.5        Fungsi Statistika Kesehatan............................................................
2.6        Penyajian Data................................................................................
2.7        Langkah-langkah dalam Penyajian Data Statistika Kesehatan.......

BAB III          PENUTUP
3.1        Kesimpulan..............................................................................
3.2        Saran........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Statistik secara umum dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengembangan dan aplikasi metode pengumpulan, pengolahan, penyajian, analisa atau intrepretasi data numerik, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diperhitungkan secara numerik.
Statistika merupakan suatu teknik untuk mengumpulkan data, menganalisa data dan menyimpulkan dan mengadakan penafsiran data yang berbentuk angka (Marguerritte R,Hall ).
Statistika merupakan ilmu dan seni mengembangkan dan menerapkan metoda yang paling efektif untuk mengumpulkan, mentabulasi, menginterpretasikan data  kuantitatif sedemikian rupa sehingga kemungkinan salah  dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif  berdasarkan   matematika probabilitas (Anderson dan Bancroffi).
Statistika merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan  cara-cara pengumpuam fakta, pengolahan serta penganalisanya, penarikan kesimpulan, penyajian dan publikasi    dari data-data yang berbentuk angka ( Sujana).
Statistik erat kaitannya dengan Pemerintahan, industri, Rumah Sakit, Perusahaan Swasta dan lain sebagainya, sebagai perencanaan dan penyusunan program-program yang didasari atas fakta di lapangan, dengan kata lain harus berdasarkan data real. Dari data tersebut kemudian diolah sehingga menghasilkan informasi yang dijadikan dasar untuk mengambil keputusan. Data tersebut berbentuk angka, yang biasanya digunakan untuk  penelitian terhadap sifat atau karakteristik yang diteliti. Misalnya jumlah karyawan BKKBN, jumlah akseptor KB, Jumlah peserta KB aktif di desa atau kelurahan, jumlah kelompok penimbangan yang melapor pada bulan tertentu, dan lain sebagainya.
Seiring dengan perkembangan yang pada mulanya statistik hanya menyangkut unsur-unsur negara. Namun, sekarang statistik telah diperlukan oleh seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali bagi aspek kesehatan yang kita kenal dengan statistik kesehatan. Secara lebih terinci statistik kesehatan adalah suatu cabang dari statistik yang berurusan dengan cara-cara pengumpulan, kompilasi, pengolahan dan interpretasi fakta-fakta numerik sehubungan dengan sehat dan sakit, kelahiran, kematian, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada populasi manusia berdasarkan propabilita. Apabila kegiatan pencatatan ini ditujukan khusus pada kejadian-kejadian kehidupan manusia tertentu, yakni kelahiran, kematian, perkawinan dan perceraian, disebut statistik vital (vital statistic), atau sering juga disebut statistik kehidupan (bio statistic).
Salah satu fungsi dari statistika kesehatan adalah untuk mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetahui permasalahan kesehatan saat mengalami kegagalan atau keberhasilan program guna untuk menganalisa perbandingan dan menganalisa kecenderungannya. Analisa perbandingan dapat dilihat antar waktu dan antar tempat.
Dewasa ini, sebagian besar masyarakat di Indonesia kurang sadar dengan adanya program KB (Keluarga Berencana). Masalah ini  sering ditemukan pada masyarakat yang primitif , yang kental akan adat istiadat setempat. Mereka menganggap bahwa banyak anak itu akan mendatangkan banyak rezeki. Kurang kesadaran dari mereka yang membuat sebagian besar penduduk bangsa ini terancam oleh kemiskinan. Kemiskinan juga yang menyebabkan mereka sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, akibatnya terjadilah ledakan pada meningkatnya angka fertilitas, mortalitas dan migrasi.
Dalam statistika kesehatan ini suatu permasalahan dapat dimonitoring dan dievaluasi melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu, serta diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi, memberikan bobot untuk melakukan perbaikan dalam rangka membantu mengambil keputusan yang tepat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan statistik kesehatan?
2. Bagaimana tujuan dari statistik kesehatan?
3. Apa saja yang menjadi sasaran dari statistik kesehatan?
4. Apa saja yang menjadi ruang lingkup dari statistik kesehatan?
5. Apa saja fungsi dari statistika kesehatan?
6. Bagaimana cara penyajian data dalam statistika kesehatan?
7. Bagaimana langkah-langkah dalam menyajikan sebuah data statistika kesehatan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Biostatistik atau Statistik Kesehatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk memenuhi tugas Kesehatan Masyarakat.
1.4 Manfaat
Sebagai sarana memperluas wawasan mengenai statistik kesehatan dan mengetahui apa itu statistik kesehatan.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Biostatistik atau Statistik Kesehatan
Menurut sejarah, kata statistik berasal dari bahasa latin status yang berarti negara. Dalam arti sempit statistik berarti angka. Namun, secara istilah statistik dapat diartikan sebagai sekumpulan konsep atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasikan data tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian atau variasi. Sebagai suatu disiplin ilmu, statistik saat ini meliputi berbagai metode dan konsep yang sangat penting dalam semua penyelidikan yang melibatkan pengumpulan data dengan cara eksperimentasi dan observasi, dan pengambilan inferensi atau kesimpulan dengan menganalisa data.
Statistik secara garis besar terdiri dari dua hal yaitu descriptive statistik dan inferensial statistic. Descriptive statistic yaitu penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja, tidak memikirkan mengenai kesimpulan. Sedangkan Inferensial statistic yaitu suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedang diteliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi. Dalam makalah ini akan dibahas secara khusus tentang statiska kesehatan. Untuk lebih jelasnya statistik menurut definisinya dibagi menjadi dua  yaitu :
·         Descriptive Statistic
Adalah penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja, dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan yang mewakili sesuatu yang besar dan umum. Contoh statistic kunjungan ke puskesmas.
·        Inferencial Statistic
Adalah suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedang diteliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi. Misalnya pengujian penggunaan obat.
2.2 Tujuan Statistik Kesehatan
·         Menyederhanakan data, sehingga data tersebut bisa menghasilkan informasi.
·         Menjawab masalah yang ada dalam masyarakat.
·         Membuktikan suatu dugaan yang belum terjadi dengan penelitian.
·         Membantu seseorang didalam pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan cara-cara kuantitatif.

2.3 Sasaran Statistika Kesehatan
·         Program-program khusus: Pelayanan kesehatan sekolah, pemberantasan penyakit-penyakit menular, dan sebagainya.
·         Institusi-institusi kesehatan: Pencatatan-pencatatan dari rumah sakit, Puskesmas, Apotek, Poliklinik, Rumah Bersalin, dan sebagainya.
·         Survei epidemiologi: Informasi yang diperoleh dari lapangan (masyarakat).
·         Survei kesehatan rumah tangga yang diadakan pada periode tertentu, misalnya 3 tahun, 4 tahun, atau 5 tahun.
·         Institusi-institusi yang mengumpulkan data dengan tujuan-tujuan khusus.
2.4 Ruang lingkup Statistika Kesehatan
·         Mortalitas
Untuk mengetahui ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun, hingga rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian per tahun.
·         Fertilitas
Berpearan untuk mengetahui jumlah ukuran kelahiran pada perubahan penduduk.
·         Morbiditas
Berfungsi sebagai pengukur derajat kerasnya penyakit, meratanya penyakit, jumlah kasus pada populasi, dan insiden penyakit pada suatu wilayah.
·         Pelayanan Kesehatan
Statistik dapat berperan sebagai alat untuk melakukan pengkajian data (assessment), merumuskan diagnose, membuat perencanaan kesehatan (intervensi), melaksanakan kegiatan bidang kesehatan (implementasi) dan membuat suatu penilaian bidang kesehatan (evaluasi).
·         Demografi
Berfungsi menganalisa statistik dan matematik terhadap jumlah penduduk, komposisi penduduk, komponen-komponen variasi, dan perubahannya erat kaitannya dengan masalah kesehatan.
·         Lingkungan
Menjelaskan sifat-sifat statistika suatu sistem dalam kesetimbangan termodinamika. Fungsi ini bergantung pada suhu dan parameter-parameter lainnya, seperti volum dan tekanan gas.
·         Gizi
Menjelaskan bagaimana prosentase status gizi di suatu wilayah. Bagaimana penggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan.
2.5 Fungsi statistika Kesehatan
·         Mengukur derajat kesehatan masyarakat
Guna mengukur tinggi rendahnya derajat kesehatan dari masyarakat, akibat akses terhadap pelayanan kesehatan, minimnya dana yang dialokasikan untuk menunjang program kesehatan, beberapa penyakit menular yang dapat menjadi ancaman utama bagi masyarakat, terbatasnya jumlah tenaga kesehatan yang professional, dan lain sebagainya.
·         Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
Dalam fungsi ini suatu usaha kemajuan kesehatan dapat diketahui, salah satu contoh yaitu Revitalisasi Posyandu yang dikembangkan di Jabar. Dalam usaha kesehatan itu dituangkan revitalisasi posyandu menjadi beberapa program, seperti pembangunan 500 bangunan posyandu se-Jabar. Seperti BKB yang tengah digulirkan BKKBN dan Pos PAUD serupakan segelintir aktivitas yang dapat anak rasakan keuntungannya di posyandu.
·         Mengevaluasi program kesehatan
Dalam fungsi ini suatu proses untuk menentukan nilai atau jumlah keberhasilan dan usaha pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan. Proses tersebut mencakup kegiatan-kegiatan memformulasikan tujuan, identifikasi kriteria yang tepat untuk digunakan mengukur keberhasilan, menentukan dan menjelaskan derajat keberhasilan dan rekomendasi untuk kelanjutan aktivitas program.
·         Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah
Dalam fungsi ini dapat diambil contoh perbandingkan kesehatan antara kota dengan desa, fenomena ini dapat dimengerti yaitu dalam fasilitas umum yang tersedia, disamping juga dalam karakteristik penduduk serta terhadap pelayanan kesehatannya berdasarkan data yang diperoleh.
·         Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker untuk menyelesaikan masalah kesehatan
Dari berbagai data yang diperoleh suatu riwayat timbulnya penyakit dalam suatu lingkungan dapat diketahui, dari data tersebut akan dapat diketahui bagaimana cara penyembuhannya dan pencegahannya.
·         Menentukan prioritas masalah kesehatan
Dalam fungsi ini dapat menindak lanjuti suatu analisa situasi dari berbagai masalah kesehatan yang diidentifikasi yaitu beberapa masalah kesehatan yang mendesak untuk diatasi.
2.6 Penyajian Data
Cara penyajian data dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu:
a.      Penyajian dalam bentuk teks (tekstual)
Bentuk ini biasanya untuk data kualitatif, dan penyajian dalam bentuk kalimat, singkat, dan tidak terlalu bertele-tele atau berpanjang-panjang yang sebenarnya tidak penting. Bahasa harus menarik dan benar, serta berguna untuk konsumen.
b. Penyajian dalam bentuk table
Berikut ini merupakan bentuk penyajian data secara sistematik dalam bentuk data numerik, tersusun dalam baris dan kolom. Tabel diperlukan untuk data yang sudah diklasifikasikan, misalnya klasifikasi menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, dll.
·         Berdasarkan jumlah variable klasifikasi, table di bagi menjadi:
1. Tabel satu jalan : Table yang hanya memiliki satu variable klasifikasi. Misal : table distribusi frekuensi ibu balita berdasarkan pekerjaan wilayah kerja Puskesmas digambarkan sebagai berikut.
No.
Pekerjaan
Frekuensi
Persentase
1
Ibu RT
28
53,8
2
PNS
8
15,4
3
Pegawai Swasta
5
9,6
4
Wirasasta
11
21,2
Jumlah

52
100,0
2. Tabel dua jalan atau tabulasi silang atau cross tab: Table yang memiliki dua variable klasifikasi (1 kolom, 1 baris) Misalnya : Tabel hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Yogyakarta digambarkan sebagai berikut :
Jumlah  Anggota Keluarga
Status Gizi Balita
Baik
Kurang
buruk
n
%
≤ 4 orang
16
5
0
21
50.0
< 4 orang
12
8
1
21
50.0
Jumlah
28
13
1
41
100.0
3. Tabel tiga jalan: Table yang memiliki tiga variabel klasifikasi (2 kolom, 1 baris). Misal Tabel hubungan antara Pola Asuh dan jumlah anggota keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Yogyakarta digambarkan sebagai berikut :
Variabel
Status Gizi Balita
Total


Baik
Kurang
Buruk
n
%
Pola asuh
Ayah dan ibu
20
10
2
32
64,0
Ayah/ibu/orang lain
8
5
5
18
36,0
Jumlah anggota keluarga
Jumlah
28
15
7
50
100,0
≤ 4 orang
23
12
0
28
56,0
< 4 orang
13
8
1
22
44,0
jumlah
46
13
1
50
100,0
4. Tabel induk atau table umum (master table) : Semua variable yang akan dianalisis dan diukur disajikan dalam satu table. Fungsinya adalah sebagai petunjuk ada tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti.
No.
Karateristik
Frekuensi
Persentase (%)
1
Umur


18 – 25 tahun
2
3,2
26 – 35 tahun
14
22,6
36 – 45 tahun
20
32,3
˃ 46 tahun
26
41,9
Jumlah
62
100,0
2
Jenis kelamin


Laki – laki
40
64,5
Perempuan
22
35,5
Jumlah
62
100,0
3
Tingkat pendidikan:


SMA/SLTA
36
58,0
D3
5
8,1
SI
15
24,2
S2
6
9,7
Jumlah
62
100,0
4
Lama bekerja


1 – 5 tahun
5
8,0
5 – 10 tahun
20
32,3
˃ 10 tahun
37
59,7
Jumlah
62
100,0
·         Berdasarkan bentuknya table ada dua yaitu :
1. Tabel Univariane : Table yang menggambarkan penyajian data untuk satu variabel saja.
2. Tabel Bivariate : Table yang menggambarkan penyajian data dari dua variabel secara silang, yang disebut juga table silang (cross table).
c. Penyajian dalam bentuk grafik.
Penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu metode untuk menyajikan data kuantitatif dengan menggunakan system koordinat. Bentuk ini disajikan apabila data yang diperlihatkan dibandingkan secara kuantitatif.
Macam – macam grafik:
·         Histogram : Grafik yang menggambarkan suatu distribusi frekuensi dengan bentuk beberapa segi empat. Luas area sama untuk mewakili data, tidak ada jarak antara satu sel dengan yang lain, dan sangat berguna dalam menggambarkan kurva epidemic.
·         Poligon frekuensi : Grafik yang dibentuk berdasarkan histogram dengan menghubungkan titik tengah kelas interval pada ketinggian frekuensi distribusinya.
d. Penyajian dalam bentuk diagram atau chart
Penyajian data dalam bentuk diagram adalah suatu penyajian data bentuk balok yang mempunyai kolom sama lebar dan dipisahkan oleh suatu jarak.
Macam – macam diagram:
·         Diagram batang (bar chart)
Digambarkan dalam bentuk balok yang mempunyai kolom sama lebar dan dipisahkan oleh suatu jarak.
·         Diagram garis (line chart)
Untuk menggambarkan perubahan nilai dalam satu satuan waktu. Angka pada axis dimulai dari angka 0 maupun tidak.
·         Diagram lingkaran (pie chart)
Terkadang disebut dengan sector chart : Bentuk penyajian berupa circle yang dibagi-bagi berdasarkan provinsi kejadian terhadap keseluruhan. Diagram ini diperlukan untuk penyajian data bentuk kategori yang dinyatakan dalam persentase.
·         Diagram pencar (scatter plot)
Diagram yang berbentuk titik – titik yang bisa berpancar atau menggerombol dalam satu titik waktu.


2.7 Langkah-langkah dalam Penyajian Data Statistika Kesehatan
Langkah –langkah untuk membuat statistika kesehatan diantaranya yaitu :
·         Melakukan observasi lapangan atau survei lapangan.
·         Mengadakan pengumpulan data.
·         Mengadakan pengamatan, membuat hipotesis.
·         Kemudian menyusun data dalam bentuk statistik kemudian mengambil kesimpulan dari data yang telah terkumpul.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari berbagai ulasan di atas, dapat kami simpulkan bahwa statiska kesehatan erat kaitannya dengan permasalahan kesehatan saat mengalami kegagalan atau keberhasilan program guna untuk menganalisa perbandingan dan menganalisa kecenderungannya. Analisa perbandingan tersebut dapat dilihat antar waktu dan tempat. Mempunyai tujuan dalam menjawab masalah yang ada dalam masyarakat dengan membuktikan suatu dugaan yang belum terjadi dengan penelitian.
Statistika kesehatan merupakan salah satu wadah untuk dapat memonitoring suatu kemajuan status kesehatan di suatu wilayah tertentu, mengevaluasi program kesehatan masyarakat tersebut serta dapat menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat tersebut.
3.2 Saran
Dalam statistika kesehatan ini data yang telah diterima dari suatu penelitian harus di uji dengan teliti tentang keakuratannya. Karena jika terjadi suatu kesalahan dalam penelitian tersebut akan didapat suatu hasil yang tidak sesuai dengan tujuan awal.


DAFTAR PUSTAKA
·        Adnani,Hariza.2011.Ilmu Kesehatan Masyarakat.Nuha Medika:Yogyakarta.
·        Notoatmodjo,Soekidjo.2003.ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PRINSIP-PRINSIP DASAR.PT RINEKA CIPTA:Jakarta.
·        Notoatmodjo,soekidjo.2011.KESEHATAN MASYARAKAT ILMU DAN SENI.PT RINEKA CIPTA:Jakarta.
·        http://www.geocities.ws/klinikikm/statistik-kesehatan/statistik-kesehatan2.html. (15 Mei 2013·         Nurlienda.2012.Empowerment-is-starting-for-you. http://nurlienda.wordpress.com/2012/07/11/empowerment-is-starting-from-you/(15 Mei 2013)·         Isna.Nilna.2011.StatistikKesehatan. http://catatankuliahnya.wordpress.com/category/semester-4/statistik-kesehatan/ (15 Mei 2013)