IMUNISASI HEPATITIS-B


STANDART OPERATING PROSEDUR ( S O P )
IMUNISASI HEPATITIS-B



STANDART OPERATING PROSEDUR ( S O P )
IMUNISASI HEPATITIS-B




PROTAB
No. Dokumen :
No. Revisi : -
Halaman :
Tanggal Terbit :

Ditetapkan
KETUA STIKES NU TUBAN





(H. Miftahul Munir, SKM. M. Kes)
NIP. 1971041219973031004
Pengertian
Imunisasi yang digunakan untuk mencegah penyakit hepatitis B
Indikasi
Vaksin Hepatitis B diberikan kepada kelompok individu dengan risiko tinggi tertular Hepatitis B
Tujuan
Imunisasi Hepatitis B ditujukan untuk memberi tubuh kekebalan
terhadap penyakit Hepatitis B

Petugas
Bidan atau Nakes yang terlatih
Pengkajian

Persiapan Klien
·         Memberi salam pada pasien / keluarga
·         Mengenalkan diri pada pasien / keluarga
·           Menjelaskan tujuan dilakukan tindakan
·            Memberitahukan prosedur tindakan yang akan dilakukan

Persiapan Alat dan Bahan
·         Alat

a.          -  Vaksin hepatitis dalam thermos es (flacon uniject)
b.        -Spuit disposible 2.5 cc
c.         -Bengkok
d.        -KMS
e.         -Status bayi / balita
f.         -Formulir tindakan



Prosedur
a.     -    Perawat mencuci tangan & mengeringkannya
b.      -  Melakukan anamnesa bayi  & melakukan penimbangan BB
c.        - Menenangnkan Pasien
d.        -Mengatur posisi pasien, meminta Ibu untuk membantu memegang bayi, membaringkan ditempat pemeriksaan
e.         -Menyiapkan spuit disposable
f.         -Mengambil vaksin dari dalam thermos es
g.        -Menutup kembali thermos es
  Flacon
-          -Mendesinfeksi tutup flacon dengan kapas alkohol
-          -Menghisap vaksin sesui dengan dosis (0,5 cc)
-          -Mengembalikan vaksin ke dalam thermos es

Uniject
-          -Membuka vaksin, kemudian tekan tutup spuit sampai terdengan bunyi tanda “klik”
-          -Mendesinfeksikan daerah yang akan di suntik
-          -Membuka tutup spuit
h.        -Menyuntik pasien secara IN
i.          -Merapikan pasien & lingkungan
j.          -Memberitahu ibu bahwa prosedur tindakan telah selesai dilakukan
k.        -Memberi penyuluhan tentang efek samping dari pemberian vaksinasi
l.          -Mencatat tindakan pada status & KMS
m.      -Memberitahu pada orang tua pasien kapan jadwal kembali lagi untuk imunisasi berikutnya
n.        -Merapikan alat - alat
o.        -Perawat mencuci tangan & mengeringkannya
p.        -Melakukan tindakan dengan hati - hati

Referensi
·  Mahoney FJ, Kane M. Hepatitis B vaccine. Dalam: Plotkin SA, Orenstein WA. Vaccine. Edisi 3. Philadelphia: WB Saunders; 1999. p. 158-77.
·  Dienstag JL, Isselbacher KJ. Acute viral hepatitis. Dalam: Kasper DL, Braunwald E, Fauci AS, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL. Harrison’s principles of internal medicine. Edisi 16. New York: McGraw-Hill; 2005. p. 1822-38.
·  Banatvala J, Damme PV, Oehen S. Lifelong protection against hepatitis B: the role of vaccine immunogenicity in immune memory. Vaccine 2001;19:877-85.
·  Chen DS. Hepatitis B vaccination: the key towards elimination and eradication of hepatitis B. J Hepatol 2009;50:805-16.
·  Keating GM, Noble S. Recombinant hepatitis B vaccine (engerix-B): a review of its immunogenicity and protective efficacy against hepatitis B. Drugs 2003;63(10):1021-51.
·  West DJ, Calandra GB. Vaccine induced immunologic memory for hepatitis B surface antigen: implications for policy on booster vaccination. Review. Vaccine 1996;14(11):1019-27.











 

0 Response to "IMUNISASI HEPATITIS-B"